Wednesday, September 07, 2011

mY coLLage

Haha, Firefox designed a collage for me :D


Pretty, yes? Check it out at http://bit.ly/qIxLtA.


@Grey, September 7, 2011  

Saturday, June 18, 2011

Pengguna Jalan di Jakarta Paling Tak Bahagia di Dunia

Tadi pagi saya menemukan artikel menarik.

http://id.berita.yahoo.com/pengguna-jalan-di-jakarta-paling-tak-bahagia-di-054903466.html.

Can't more agree.



@Grey, June 18, 2011  

Monday, May 02, 2011

reLiGion

Agama. Salah satu isu privasi sensitif dalam kehidupan publik. 

Saya pernah diajarkan mengenai fanatisme beragama. Kata guru agama saya, fanatik itu perlu. Karena fanatisme adalah meyakini bahwa agamanya yang benar. Beragama tanpa bersikap fanatik layaknya makan sayur tanpa garam, hambar rasanya. Karena ini masalah keyakinan. Kalau tidak fanatik, lalu untuk apa beragama?

Fanatisme seharusnya adalah privasi. Yang menjadi masalah adalah ketika fanatisme itu bertabrakan dengan fanatisme orang-orang di sekitarnya.

Maka yang terjadi adalah bentrok. Fisik. Lisan. Tulisan. Seandainya orang mengerti bahwa kata-kata bisa lebih kejam daripada sebilah pedang.

Jangan salahkan agamanya. Salahkan orang yang tidak memahami agamanya sendiri, bahkan mengajarkan ketidakpahamannya kepada orang lain. 


@Grey, May 2, 2011 

tranSforMer

Transformator (transformer) atau disebut juga trafo adalah peralatan listrik yang biasanya terdiri dari dua lilitan dan satu inti untuk mentransformasi tegangan atau arus dari lilitan satu ke lilitan yang lain. Dasarnya adalah hukum Faraday.

Pada trafo ideal, rasio lilitan akan sebanding dengan rasio tegangan, dan berbanding terbalik dengan rasio arus. Kenyataannya, tidak ada trafo ideal karena pada material pasti ada resistansi. Fluks magnetik juga tidak seluruhnya dapat "ditangkap" oleh inti dan ditransformasi kembali ke lilitan kedua. Sehingga akan selalu ada daya yang hilang. Pada trafo tegangan (voltage transformer/potential transformer) dan trafo daya (power transformer), yang dipentingkan adalah rasio tegangan input dan output. Sementara pada trafo arus (current transformer), fokusnya adalah rasio arus masukan dan keluaran.

Yang akan saya diskusikan di sini adalah bagaimana menentukan kapasitas trafo daya. Trafo daya digunakan pada jaringan distribusi listrik, di mana umumnya digunakan untuk mengubah sistem tegangan satu ke sistem tegangan yang lain.

Tidak terlalu susah menentukan kapasitas trafo di mana beban-bebannya bersifat statis, seperti sistem penerangan atau sistem pemanas. Cukup hitung total beban, dan tambahkan sekitar 10%-20% sesuai perkiraan penambahan beban di masa mendatang.

Trafo daya yang bebannya berupa motor-motor listrik memerlukan perhitungan yang sedikit lebih rumit. Selain perkiraan penambahan beban di masa mendatang, kita harus memperhitungkan kapasitas motor stand-by terbesar yang mungkin di-start. Perhatikan bahwa start motor akan menarik arus yang besar. Saat start motor, faktor daya motor biasanya sekitar 0,2. Hitung daya motor terbesar saat start, lalu jumlahkan dengan kapasitas semua beban lain. Kita akan mendapatkan kapasitas minimum trafo daya.

Jika kapasitas motor terbesar ini cukup besar dibandingkan dengan jumlah beban, kita perlu memperhatikan tegangan jatuh saat motor terbesar itu start. Kurvanya bisa dilihat di IEEE 141 (red book). Jika jatuh tegangan terlalu besar, perbesar kapasitas trafonya.


@Grey, May 2, 2011

Sunday, February 20, 2011

buSineSS (3)

Banyak karyawan, terkadang karena PHK, terkadang karena bosan dimarahi atasannya, terkadang jenuh dengan pekerjaannya, atau dengan alasannya masing-masing, akhirnya membuka usaha sendiri. Saya menaruh hormat kepada orang-orang ini, karena mereka kreatif dan berani, dua hal yang belum saya miliki sampai saat ini, hehe... Anyway, banyak anggapan mereka sudah memasuki kuadran B. Robert T Kiyosaki dalam bukunya menyatakan: belum tentu.

Seseorang yang membuka usaha sendiri, kemudian mempunyai keterlibatan yang terlalu besar dalam usahanya itu, belum bisa dikatakan telah memasuki kuadran B. Sangat besar kemungkinannya ia masih berada di kuadran S. Seorang B adalah orang yang dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang lain. Sementara seorang S tidak dapat mendelegasikan bisnisnya kepada orang lain. Kembali pada pengetesan yang pernah saya sebutkan dalam posting sebelum ini: jika ia tidak terlibat dalam bisnisnya setahun, apakah bisnisnya hancur, ataukah bisnisnya berkembang?

Nah, seorang B bisa berangkat dari seorang S. Misalnya, awalnya seseorang membuka usaha sendiri. Lambat laun, ia mulai mempercayakan bisnisnya kepada seseorang yang menurutnya mampu menjalankan bisnis tersebut. Lalu, ia pun mulai membuka cabang di tempat lain dan mempercayakan pengelolaannya kepada seseorang yang menurutnya mampu. Lalu, di tempat lainnya lagi. Dan di tempat lainnya lagi. Dalam hal ini ia telah menjadi seorang B.

Seorang B yang baik memahami sistem yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya. Sistem suplai bahan baku. Sistem distribusi. Sistem pemasaran. Sistem akuntansi. Sistem hukum. Dan lain-lain.

Selanjutnya Robert T Kiyosaki membahas investor. Seperti saya pernah sebutkan dalam posting saya sebelum ini, seorang B bisa menjadi seorang I yang baik karena ia mempunyai kemampuan yang diperlukan seorang I.

Setelah membaca bukunya yang lain, menurut saya si penulis sebenarnya membidik warga Amerika Serikat dan rencana pensiun karyawannya. Sejauh yang saya tangkap, karyawan di Amerika Serikat saat buku itu ditulis (saya kurang tahu bagaimana kondisi saat ini) di"paksa" oleh Undang-undang untuk menginvestasikan dana pensiunnya dalam investasi-investasi seperti saham atau reksadana, dan di"paksa" untuk baru mengambilnya setelah mereka pensiun. Yang menjadi masalah adalah ketika jumlah karyawan yang pensiun sangat besar pada saat yang hampir bersamaan. Ia memperkirakan para pensiunan ini akan menjual investasinya secara hampir bersamaan pula, menyebabkan pasar saham anjlok. Mungkin tidak terlalu menjadi masalah bagi karyawan yang masih bekerja. Masalahnya adalah bagi para pensiunan itu sendiri, karena dana pensiun mereka -atau penghasilan mereka- ada di pasar yang anjlok, bisa dibilang mereka akan kehilangan dana pensiun itu. Sementara pensiunan memerlukan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan kesehatan mereka.

Si penulis  juga menyoroti bahwa "keterpaksaan" menjadi investor ini tidak dibarengi dengan pendidikan finansial di sekolah-sekolah, sehingga para investor dadakan ini berinvestasi tanpa kecerdasan finansial. Mereka berinvestasi dengan arahan orang-orang yang akan mendapat keuntungan dari investasi mereka. Dan ini sangat riskan.

Karena itulah si penulis mengajukan alternatif bagaimana menjadi seorang I dengan aman bagi seorang E dan S. Yaitu dengan menjadi seorang B terlebih dahulu. Atau setidaknya, belajarlah dulu mengenai investasi!

Penerapannya di Indonesia? Well, meskipun rencana pensiun di Indonesia berbeda dengan rencana pensiun di Amerika Serikat, toh poin-poinnya tetap bisa diterapkan di sini. Jangan main-main dengan investasi Anda, karena itu adalah uang Anda. Jadi pelajarilah dulu resiko-resikonya. Jika Anda ingin berbisnis, belajarlah dan berbisnislah. Apa yang akan Anda dapatkan sebanding dengan apa yang akan Anda usahakan :)

@Grey, February 20, 2011

Sunday, February 13, 2011

buSineSS (2)

Mari kita lanjutkan...

Ada orang yang membangun bisnis, sehingga bisnis itu bisa mendatangkan penghasilan baginya. Ini disebut Business Owner (B/pemilik bisnis). Contohnya adalah para pemilik bisnis.

Terakhir, adalah orang yang menanamkan uangnya dalam aset, kemudian ia menerima pembagian keuntungannya sebagai penghasilan. Disebut sebagai Investor (I/investor). Contohnya adalah para pemilik saham.

Kedua kuadran ini dikelompokkan ke dalam Kuadran Kanan.

Melihat hubungan antarkuadran adalah seperti ini: E bekerja untuk B dan mendapatkan penghasilan dari B, B membangun aset dengan bantuan I dan membagi keuntungannya dengan I, sedangkan S terkait dengan ketiganya sebagai sumber penghasilan. Pemetaan seperti ini membantu memahami perputaran uang di dunia, untuk berikutnya memahami dunia finansial.

Secara umum, perbedaan antara Kuadran Kiri dan Kuadran Kanan adalah bagaimana seseorang menerima penghasilannya. Cara pengetesannya cukup sederhana. Jika seseorang berhenti melakukan pekerjaannya selama satu tahun saja, apakah pekerjaannya itu tetap memberikan penghasilan baginya?

Di Kuadran Kiri, belum tentu (mungkin ada perusahaan yang memberikan gaji untuk cuti setahun). Di Kuadran Kanan, bisa. Orang-orang di Kuadran Kanan membangun aset atau menanamkan uangnya ke dalam suatu aset, sehingga aset itu memberikannya penghasilan. Dan kalau asetnya sehat, aset itu akan memberinya penghasilan meskipun ditinggalkan selama setahun.

Robert T. Kiyosaki menawarkan cara untuk berpindah dari Kuadran Kiri ke Kuadran Kanan.

Tidak pernah dan tidak akan pernah mudah untuk berpindah kuadran, begitu selalu diingatkan dalam bukunya. Karena perpindahan kuadran melibatkan juga perpindahan emosi finansial orang yang bersangkutan. Emosi finansial mempengaruhi kemampuan berpikir logis dan ketajaman analisa dalam masalah finansial. Orang-orang yang berada di Kuadran Kiri umumnya takut akan resiko finansial sehingga menghindari apapun yang mengandung resiko itu. Sedangkan orang-orang yang berada di Kuadran Kanan umumnya mengetahui ada resiko finansial, namun ia mempelajari resiko tersebut sehingga ia mampu membuat keputusan finansial.

Menurutnya, cara termudah dan teraman untuk berpindah adalah dengan menjadi seorang B. Mengapa? Karena menjadi seorang B bisa dimulai dari nol, sedangkan untuk menjadi seorang I diperlukan modal dan ia akan berhadapan dengan resiko yang mungkin belum dipahami oleh orang-orang Kuadran Kiri. Selanjutnya, saat seseorang telah berhasil menjadi seorang B, ia bebas untuk tetap di kuadran B atau berpindah ke kuadran I. Karena seorang B telah memiliki kemampuan yang diperlukan seorang I untuk berhasil, yaitu kemampuan menganalisis keadaan.

bersambung lagi...


@layla, February 12, 2011

Saturday, February 12, 2011

buSineSS (1)

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan bisnis. Habisnya, kerjaan baru longgar. Mau ngegame sudah bosan. Mau nonton film lama-lama pusing juga kalau digeber 8/7 (8 jam 7 hari seminggu, hehe...).

Seorang teman saya banyak bercerita bahwa dia ingin sukses berbisnis. Maklum, penghasilan pekerja kontrak bisa tak menentu, apalagi kalau suatu saat memasuki usia di atas setengah abad. Lambat-laun saya pun jadi tertarik belajar tentang bisnis.

Sebenarnya dari dulu saya ingin memutar uang saya. Tetapi, saya tidak mau terjun tanpa sedia parasut. Makanya sampai saat ini saya masih menahan diri pada investasi aman, seperti tabungan dan deposito. Sedikit saya investasikan pada bisnis kecil-kecilan, balik syukur, tidak balik ya resiko, namanya juga membantu. Dan ternyata memang saya kebagian "resiko"nya, belum kebagian "syukur"nya, hahaha...

Lalu saya pun beli buku The Cash Flow Quadrant, sekuelnya Rich Dad Poor Dad. Saya dulu mengira saya akan bosan dengan buku ini, tapi ternyata tidak juga, hehe... Manusia memang bisa berubah.

Secara umum, saya setuju dengan poin-poinnya. Bahwa kita perlu untuk belajar finansial. Apa salahnya belajar finansial?

Robert T. Kiyosaki membagi sumber pencaharian manusia dalam empat kuadran. Satu orang bisa hanya terfokus pada satu kuadran, atau bisa juga ahli dalam satu kuadran namun tetap berkecimpung di kuadran yang lain. Ini hanyalah masalah kenyamanan masing-masing orang dalam mencari penghasilan.

Ada orang yang lebih suka bekerja untuk orang lain, untuk kemudian dibayar secara rutin sesuai "waktu yang dia luangkan untuk pekerjaan tersebut". Ini disebut sebagai kuadran Employee (E/pekerja). Contohnya direktur, manajer, karyawan, pegawai negeri, bahkan sepertinya presiden juga bisa dimasukkan dalam kategori ini.

Ada orang yang lebih suka bekerja untuk orang lain, untuk kemudian dibayar sesuai "hasil pekerjaannya". Ini definisi saya sih. Kalau di buku itu didefinisikan sebagai orang yang bekerja untuk dirinya sendiri, disebut sebagai kuadran Self-Employed (S/pekerja lepas). Contohnya dokter yang buka praktek di rumah, konsultan freelance, pengacara (kalau tidak salah), atau orang yang membuka usaha di rumah.

Kuadran E dan kuadran S ini dikelompokkan dalam Kuadran Kiri.

bersambung...


@Grey, February 12, 2011

Monday, February 07, 2011

new faCe

Tampilan baru, biar tampak lebih fresh :) Apakah tujuan saya tercapai? :D


@Grey, February 7, 2011

Sunday, January 23, 2011

cabLe siZe

Kali ini saya akan menulis tentang apa yang saya ketahui dalam pemilihan ukuran kabel.

Ukuran kabel tergantung pada:
1. Kapasitas hantar arus pada kabel
2. Jatuh tegangan yang diijinkan pada kabel
3. Kemampuan kabel terhadap arus hubung singkat

Mari kita diskusikan satu persatu.

1. Kapasitas hantar arus pada kabel
Kapasitas hantar arus pada kabel, atau lebih sering disebut ampacity (mungkin ini singkatan dari ampere capacity ya?), tergantung pada dua faktor.

Faktor pertama, jenis dan luas penampang konduktornya. Tembaga dan aluminium mempunyai ampacity yang berbeda. Bahkan meskipun sama-sama tembaga, tembaga murni dan tembaga tidak murni mempunyai ampacity yang berbeda. Semakin besar luas penampang konduktor, semakin besar pula ampacity-nya.

Ampacity kabel akan berbeda-beda pada setiap manufaktur kabel. Biasanya mereka akan menampilkan ampacity kabelnya pada data-sheet kabel. Ingat, ampacity yang dicantumkan ini adalah pada kondisi satu kabel, dengan berbagai kondisi lingkungan yang disebutkan. Pendek kata, kondisi ideal. Jadi, dalam kondisi tidak ideal, apa yang terjadi?

Panas. Itu faktor kedua. Semakin panas kabel, semakin kecil ampacity-nya. Nah, dari mana panasnya? Dari kabel itu sendiri dan dari lingkungannya.

Konduktor kabel mempunyai resistansi, jadi wajar saja kabel akan panas jika dialiri arus. Dari rumus daya bisa kita ketahui bahwa besarnya arus sangat mempengaruhi besarnya panas ini (P=I^2.R). Jadi, semakin besar arus, semakin panas kabelnya.

Jika ada dua kabel digelar sejajar, katakan saja A dan B, maka panas dari kabel A akan mempengaruhi kabel B, sehingga kabel B akan lebih panas dibandingkan jika tidak ada kabel A. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Pada kasus n kabel digelar sejajar, maka satu kabel akan dipengaruhi oleh panas semua kabel di sekitarnya. Akan lebih buruk lagi jika kabel-kabel ini bersilangan. Jika memang harus bersilangan, usahakan persilangannya tegak lurus untuk memperkecil area yang terpapar efek panas. Efek panas kabel juga akan semakin besar jika jarak antarkabel semakin dekat.

Kabel-kabel yang digelar di udara (contohnya SUTT atau SUTET milik PLN, atau kabel dalam cable tray) lebih mudah melepaskan panas karena panasnya mudah terbawa sirkulasi udara yang menjadi mediumnya. Bandingkan dengan kabel yang ditanam dalam tanah dimana medium di sekitarnya (tanah/pasir) tidak bergerak. Panas tetap akan dirambatkan, namun dengan kecepatan yang lebih rendah. Karena itu, kabel bawah tanah lebih mudah panas. Semakin dalam letak kabelnya, semakin panas kabel. Karena meskipun mediumnya semakin dingin, namun panas lebih mudah terakumulasi.

2. Jatuh tegangan yang diijinkan pada kabel
Resistansi dilalui arus, apa hasilnya? Jatuh tegangan, atau beda potensial. Pada kabel dengan penampang kabel dan jenis konduktor yang sama, semakin panjang kabelnya semakin besar resistansinya, dan semakin besar jatuh tegangannya. Pada kabel dengan panjang kabel dan jenis konduktor yang sama, semakin luas penampang kabelnya semakin luas pula arus bisa terdistribusikan, dan semakin kecil jatuh tegangannya. Ingat rumus R=rho.l/A.

Standar nasional dan internasional umumnya mensyaratkan jatuh tegangan yang diijinkan pada kabel maksimum 4% atau 5%. Saya pribadi lebih suka memperhitungkan berapa tegangan sumber dan tegangan kerja beban serta toleransinya, maka selisihnya adalah jatuh tegangan yang diijinkan pada kabel.

3. Kemampuan kabel terhadap arus hubung singkat
Saat terjadi hubung singkat, arus yang melewati kabel akan menjadi sangat besar. Alhasil panas yang dihasilkan arus tersebut akan sangat besar pula. Jadi kabel harus dipilih berdasarkan kemampuannya menahan panas tersebut.

Cukup perhitungkan panas yang terjadi dari saat hubung singkat terjadi sampai peralatan proteksi memutus jaringan dari bagian yang mengalami hubung singkat tersebut. Waktunya biasanya tidak lama. Rele proteksi bekerja selama 0.1-0.2 detik. Pemutus sirkuit (circuit breaker) bekerja selama 0.1-0.2 detik. Fuse bahkan bekerja lebih cepat lagi dan tidak memerlukan rele proteksi untuk bekerja. Karakteristik ini bisa dilihat dalam katalog atau data-sheet peralatan proteksi, berbeda-beda tergantung tipe dan manufakturnya.

Kemampuan kabel itu sendiri menahan panas tergantung dari dua faktor. Yang pertama adalah jenis konduktor dan isolasinya. Yang kedua adalah luas penampang kabelnya. Semakin besar luas penampangnya, semakin besar kemampuannya menahan panas.

Untuk kabel dengan tegangan kerja 1 kV ke atas, ada baiknya memperhitungkan dulu kemampuan kabel terhadap arus hubung singkat, baru memperhitungkan ampacity dan jatuh tegangannya. Untuk kabel dengan tegangan kerja di bawah 1 kV, perhitungkan dulu ampacity dan jatuh tegangannya, baru memperhitungkan kemampuan kabel terhadap arus hubung singkat. Ini sekedar saran agar pekerjaan tidak dilakukan dua kali, hehe...


@Grey, January 23, 2011

Friday, November 26, 2010

deaR GOD...

I heard quite much, that people tendencies are praying to God when they fall apart, broken, and hopeless, and forgetting to say thank God when they get a lot of happiness.

In my case, I do the opposite. What's wrong with me?


@Grey, after an idle year


Sunday, October 25, 2009

GeneratoR CapacitY

How to size a generator?

Usually, books tell us to use rule of thumb. Simple formula, but I forget it, hahaha... If I'm not mistaken, then it will be the total load (not connected load) plus at least 1.2 times the largest standby motor capacity. Why do you need the 20%? Well, it's not for future load. It's for the compensation of motor starting.

You see, when a motor is started, it draws current from generator much higher than normal. It can reach 500-800% of its normal current. As the consequences, the sytem voltage will drop. How much will the voltage drop? It depends on the reserve power the system has.

One thing to remember, the system itself has a limitation of voltage drop. Usually, the running motor will loss its power when the motor terminal voltage is lower than 80% of its rating voltage. The started motor will be failed to be started. And the contactor in motor starter or feeder will open if the voltage is lower than 70% of its rating voltage.

It is troublesome to see that up until now I can't find some formula in books or standards to calculate how much the reserve power is needed considering this voltage drop on motor starting.

The formula I use now? Well, since I can't find it in any literature, I believe that it's kind of company belongings. I just wondering, is there general formula? I mean, a formula all electrical engineers know and use.

Anyone can tell me the formula?


@layla, 1:37 AM 3/22/2009

Thursday, October 15, 2009

thEsE days

New habit. Trying not to get involved any further. But how can I? It's my drugs. The more I consume, the more I want it.

My prediction, this thing will hurt me in some months. And again, I don't avoid it.


~@layla, after idle months~

Sunday, August 23, 2009

mY woRk

Sudah tiga tahun aku disini.

Reaksi pertama: "Hah, sudah lama juga ya?"
My response: "Yeah, makes me wondering, kenapa aku masih bekerja disini?"

Job desc. Melakukan kalkulasi untuk menentukan rating electrical equipment yang akan dibeli. Melakukan simulasi untuk memastikan rating-nya cukup. Membuat data sheet dari project specification. Membuat dokumen requisition. Mengecek penawaran vendor dari segi teknis. Review vendor drawing. Review dokumen dari departemen lain yg terkait dengan kebutuhan listrik. Supervisi instalasi.

Not much, but sometimes really exhausting.


~@layla~

Sunday, June 28, 2009

fONts?

Akhir-akhir ini aku punya metode baru sortir buku yang aku ingin beli.

Font.

Sudah beberapa minggu ini, atau mungkin beberapa bulan, aku tidak membaca buku yang lebih tebal daripada komik. Semua pembatas bukuku masih berhenti di halaman yang sama.

Maka aku mulai membatasi buku-buku yang akan kubeli. Salah satunya adalah dari font. Font dan spasi. Alasannya tentu saja, kenyamanan mata. Sudah cukup sering aku tak tahan meneruskan membaca buku karena font tulisannya tidak memanjakan mataku. Atau spasi antarbaris nya yang terlalu dekat, seakan tidak menyisakan apapun untuk berimajinasi selain tulisan.

Hummm... bahkan dengan itu pun aku masih tetap sulit menyentuh buku-bukuku lagi :(


~@layla, June 29, 2009~

Thursday, April 16, 2009

eLectioN

Mendarat di bandara Adisucipto sekitar jam 8.30 malam, terlambat setengah jam dari jadwal. Well, biasalah... lalu pesan taksi.
.
"Pemilu mau nyontreng apa Mbak?" sang supir taksi bertanya.

"Hoo... ada lah Pak... "

"Wah, kalau jaman sekarang sudah ga ada Mbak yang namanya luber. Makanya saya berani tanya Mbak. Kalau saya sih pilih SBY (maap sebut merek, biar gampang - red)."

"Wah... berarti pilih Demokrat dong Pak."

"Ya... Demokrat atau apa, pokoknya yang ada Pak SBY nya."

Hmm... andaikan dia fans Mega, berarti dia pilih PDIP. Andaikan dia fans JK, berarti Golkar lah yang dia contreng ketika pemilu hari berikutnya. Kalau mendadak Mega dan SBY tukeran partai, ya pendukung partainya ikut tukeran.

Partai dipilih berdasarkan kharisma tokohnya. Bukannya sikap politik, bukannya pandangan politik, dan bukannya tindakan politik partai itu sendiri. Lalu batasan antara tokoh politik dan partai politik menjadi bias.

Toh, semua partai mengajukan program abstrak yang sama. Tidak ada bedanya. Tidak menarik. Apa yang bisa dipilih dari 100 apel dengan warna sama?

Paling-paling baunya.

Kalau belum tercium bau busuk, ya berarti si apel masih bisa dimakan.

~layla, 160409~

Saturday, January 03, 2009

MeMory

Terkadang, saat mendengarkan lagu tertentu, secara otomatis perasaanku kembali ke saat dimana aku sering mendengarkannya.

Misalnya saja lagu yang kudengarkan sekarang, lagunya My Chemical Romance... judulnya... Disenchanted. Yang kuingat dari lagu ini adalah mejaku yang masih ada di tempat yang lama, dan aku sedang asyik mengerjakan proposal suatu proyek sampai jam 8 atau 9 malam, dan aku tahu ada seseorang yang melakukan hal yang kurang lebih sama di mejanya di lantai yang berbeda.

Sebagaimana bau hujan yang menyentuh tanah selalu membuat perasaanku ringan. Atau bau pengharum ruangan yang membuatku ingin kembali ke beberapa bulan lalu dan melakukan segalanya dengan berbeda. Lagu seperti aroma. Inderaku mengenalinya untuk satu kenangan tertentu.

Kalau kamu tanya, lagu-lagu apa yang kudengarkan selama aku mengerjakan TA, sudah pasti aku lupa. Tapi saat aku mendengarkan lagunya, maka aku bisa bilang lagu itu membuatku teringat saat aku mengerjakan TA.


@warnet-depan-kosan, 030109

Saturday, November 29, 2008

shaRing pictuRes

Some month ago I decided to (again) enjoy my life. Well, I'd been working for almost 2 years that time, and I hadn't spend my money quite much for myself (I think). And so, I thought it was time to try something new.

Snorkeling, around Kepulauan Seribu (or Thousand Islands in english). Yippie!

I didn't have a camera (until now actually), so I could only use my handphone to take some pictures. Sorry if they're kind of blur or something :D

Of course you can't take some pictures while you are snorkeling, hahahaha... First picture is "bulu babi" (dunno how to translate), at "keramba" (a place for ... fishing? ouch, my english is very bad...) near Pulau Pramuka (or Scout Island if you want to translate :D). Second one is also "bulu babi".

No, there's no story this time. Just wanna share some pictures :)


@Grey, Nov 29, 2008

Saturday, October 25, 2008

beautY

Betapa relatifnya arti kecantikan.

Sekarang, yang dinamakan cantik mungkin adalah tubuh langsing, tinggi, bak foto model.

Dulu, yang dianggap cantik mungkin adalah tubuh yang gemuk, menandakan kesuburan.

Waktu main ke Malaka beberapa waktu lalu, aku diantar melihat sisa-sisa standar kecantikan di Cina sampai awal abad 20. Sayang aku tak punya fotonya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Footbinding
http://www.sfmuseum.org/chin/foot.html

Bukan kaki orangnya, melainkan sepatunya. Bahkan mereka tidak mau melihat bagaimana kaki-kaki itu rusak. Mereka tidak ingin melihat kaki para perempuan ini tanpa sepatu. Sepatu yang kecil mungil itulah yang menjadi standar kecantikan.

Kecantikan itu relatif. Relatif terhadap waktu. Relatif terhadap lokasi. Relatif terhadap standar masyarakat. Jadi tak perlu lah menyiksa diri demi kecantikan. Just be yourself!

@Grey, 281008

Friday, July 11, 2008

a CaN

Akhir minggu lalu, pergi ke Bandung dengan cara yang sungguh tragis. Berdiri selama 3 jam di perbatasan antar-gerbong KA.

Selama satu jam pertama di siang menjelang sore itu, kaki masih kuat, badan masih cukup segar, walaupun perut kosong sejak pagi.

Satu jam berikutnya, mata mulai berkunang-kunang, kepala mulai pening. Posisiku yang berada di perbatasan antar-gerbong, atau dengan kata lain ada di depan toilet, membuatku enggan memesan makanan. Namun, tubuh yang mulai kelelahan mulai menuntut saat nasi goreng (beserta pembawanya tentu saja) berjalan dari gerbong ke gerbong di depan mata. Akhirnya aku menyerah dan membeli sekaleng pocari sweat (numpang iklan-red) untuk setidaknya mendapatkan sedikit tenaga.

Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan isinya tentu saja. Dan, sambil celingukan menunggu petugas lewat, kaleng kosong itu pun kutimang-timang saja.

Seorang lelaki bernasib sama denganku menatapku dan bertanya, "Mau dibuang ya Mbak?" Aku mengangguk. Dia mengulurkan tangan. Kupikir sekilas, ah, baik sekali orang ini, membantuku membawakan sampah.

Sedetik kemudian, kaleng kosong itu pun lenyap, dibuang keluar melalui celah antar-gerbong.


-Avalanche, 110708-

Monday, May 12, 2008

beinG Down

I hate being down.

Almost four months, and I'm still down. What a bad day i had back then.

*Somebody, save me!

~Seoul, May 12, 2008~